Powered By Blogger

Sabtu, 21 Oktober 2017

KEHIDUPAN SEL

  ➤ PENGERTIAN SEL

     Dalam biologisel adalah kumpulan materi paling sederhana yang dapat hidup dan merupakan unit penyusun semua makhluk hidup. Sel mampu melakukan semua aktivitas kehidupan dan sebagian besar reaksi kimia untuk mempertahankan kehidupan berlangsung di dalam sel. Kebanyakan makhluk hidup tersusun atas sel tunggal, atau disebut organisme uniseluler, misalnya bakteri dan amoeba. Makhluk hidup lainnya, termasuk tumbuhanhewan, dan manusia, merupakan organisme multiseluler yang terdiri dari banyak tipe sel terspesialisasi dengan fungsinya masing-masing.





STRUKTUR SEL

Organisme yang beraneka ragam pada dasarnya memiliki struktur sel yang hampir sama. Secara umum, sel tersusun atas membran dan protoplasma. Protoplasma terdiri atas cairan sel (sitoplasma) dan organel-organep sel. Organel merupakan bagian sel yang mempunyal fungsi khusus. Organel yang terdapat di dalam sel adalah sebagai berikut.



a. Membran Sel (Membran Plasma)

Membran sel tersusun atas fosfor, lemak (lipid), karbohidrat, dan protein. Membran sel berfungsi sebagai pelindung dan pengatur lalu lintas zat yang keluar masuk sel. Membran sel bersifat semipermeabel. Artinya, membran sel hanya dapat dilewati oleh zat tertentu. Zat yang dapat melewati membran sel, misalnya air, oksigen, zat yang larut dalam lemak, dan ion tertentu. Gula dan protein tidak dapat melewati membran sel.

b. Sitoplasma

Sitoplasma merupakan cairan sel. Sitoplasma mengandung berbagai macam zat, di antaranya protein, lemak, karbohidrat, zat-zat anorganik, enzim, vitamin, dan hormon. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat berlangsungnya reaksi metabolisme sel karena organel sel terdapat di sitoplasma.


c. Inti Sel (Nukleus)

Nukleus tersusun atas membran, cairan inti (nukleoplasma), kromosom, dan anak inti (nukleolus). Cairan inti tersusun atas air, protein, dan mineral. Kromosom merupakan pembawa sifat menurun, yang tersusun atas benang-benang kromatin. Nukleolus berperan dalam pembuatan komponen ribosom.

d. Mitokondria

Mitokondria adalah organel bermembran yang berfungsi sebagai tempat penghasil energi. Semakin aktif suatu sel, semakin banyak mitokondrianya.

e. Ribosom

Ribosom berbentuk butiran-butiran. Ribosom ada yang menempel pada membran retikulum endoplasma dan ada pula yang bebas di sitoplasma. Ribosom berfungsi dalam pembuatan (sintesis) protein.

f. Retikulum Endoplasma (RE)

Retikulum endoplasma merupakan saluran berliku yang membentang dan inti sel menuju ke sitoplasma. Ada dua tipe RE, yaitu RE kasar  dan halus. Pada mernbran RE kasar, terdapat ribosom. RE halus tidak ditempeli ribosom. RE berperan untuk membuat dan menyalurkan bahan-bahan yang dibutuhkan oleh organel-organel sel.

g. Badan Golgi (Kompleks Golgi)

Badan Golgi berbentuk seperti kumpulan kantong yang bertumpuk-tumpuk. Badan Golgi berperan untuk memodifikasi bahan-bahan yang dihasilkan oleh RE dan menyalurkannya ke organel-organef yang membutuhkan.

h. Lisosom

Lisosom merupakan organel berbentuk kantong yang berisi enzim pencernaan. Lisosom berfungsi untuk mencerna zat sisa, makanan, atau zat asing. Jika lisosom pecah, enzim di dalamnya akan mencerna/ menghancurkan organel se dan akibatnya sel akan mati. Lisosom hanya terdapat pada sel hewan.

I. Sentriol

Sentriol berperan dalam pembelahan sel. Sentriol hanya dimiliki oleh sel hewan.

j. Vakuola

Vakuola berarti ruangan sel. Pada tumbuhan yang sudah tua, vakuola berukuran besar dan berisi cadangan makanan. Sedangkan pada sel hewan, vakuola berukuran kecil. Pada protozoa, terdapat dua jenis vakuola, yaitu vakuola makanan dan vakuola kontraktil. Vakuola makanan berfungi untuk mencerna makanan. Vakuola kontraktil berfungsi mengeluarkan zat sisa dan mengatur keseimbangan air dalam sel.

k. Plastida

Plastida hanya terdapat pada tumbuhan. Plastida mengandung pigmen tertentu. Kloroplas merupakan plastida yang berwarna hijau karena memiliki klorofil dan berperan dalam proses fotosintesis. Kromoplas berwarna kuning karena memiliki pigmen xantofil. Leukoplas berfungsi sebagai tempat cadangan makanan.

I. Dinding Sel

Membran sel tumbuhan dilindungi oleh dinding sel. Selain melindungi sel, dinding sel juga menjaga bentuk sel tumbuhan tidak berubah dan kaku.





METABOLISME SEL

  Metabolisme sel merupakan aktivitas hidup yang dijalankan oleh sebuah sel yang merupakann  unit kehidupan yang terkecil.
    Metabolisme adalah proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup atau sel. Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis, karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator.

Berdasarkan prosesnya metabolisme dibagi menjadi 2 yaitu :

  1. Anabolisme atau Asimilasi (Sintesis)

            Anabolisme adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks. Nama lain dari anabolisme adalah peristiwa sintesis atau penyusunan. Anabolisme memerlukan energi, misalnya : energi cahaya untuk fotosintesis, energi kimia untuk kemosintesis.
  • Fotosintesis

            Fotosintesis adalah proses penyusunan atau pembentukan dengan menggunakan energi cahaya (foton). Sumber energi cahaya alami adalah matahari yang memiliki spektrum cahaya infra merah (tidak kelihatan), merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu dan ultra ungu (tidak kelihatan).
            Yang digunakan dalam proses fetosintesis adalah spektrum cahaya tampak, dari ungu sampai merah, infra merah dan ultra ungu tidak digunakan dalam fotosintesis.



sumber : (lehninger, 2005).

  • Kemosintesis

            Tidak semua tumbuhan dapat melakukan asimilasi C menggunakan cahaya sebagai sumber energi. Beberapa macam bakteri yang tidak mempunyai klorofil dapat mengadakan asimilasi C dengan menggunakan energi yang berasal dan reaksi-reaksi kimia, misalnya bakteri sulfur, bakteri nitrat, bakteri nitrit, bakteri besi dan lain-lain. Bakteri-bakteri tersebut memperoleh energi dari hasil oksidasi senyawa-senyawa tertentu. 

2.  Katabolisme atau Disimilasi 

            Katabolisme adalah reaksi pemecahan atau pembongkaran senyawa kimia kompleks yang mengandung energi tinggi menjadi senyawa sederhana yang mengandung energi lebih rendah. Tujuan utama katabolisme adalah untuk membebaskan energi yang terkandung didalam senyawa sumber. Bila pembongkaran suatu zat dalam lingkungan cukup oksigen (aerob) disebut proses respirasi, bila dalam lingkungan tanpa oksigen (anaerob) disebut fermentasi.


sumber : (Campbell jilid 1)

  •  Respirasi

            Respirasi yaitu suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia ATP untak kegiatan kehidupan, seperti sintesis (anabolisme), gerak, pertumbuhan.

Contoh :
Respirasi pada Glukosa, reaksi sederhananya :
C6H12O6 + O2
 → 6CO2 + 6H2O + 688KKal.→ (glukosa) 


  • Fermentasi

            Pada kebanyakan tumbuhan den hewan, respirasi yang berlangsung adalah respirasi aerob. Namun demikian, dapat juga terjadi respirasi aerob terhambat pada sesuatu hal, maka hewan dan tumbuhan tersebut melangsungkan proses fermentasi yaitu proses pembebasan energi tanpa adanya oksigen, nama lainnya adalah respirasi anaerob.


    Dari hasil akhir fermentasi, dibedakan menjadi fermentasi asam laktat (asam susu) dan fermentasi alkohol.
Contoh :
Fermentasi pada Glukosa :
C6H1206
 → 2C2H5OH + 2CO2 + Energi.
(glukosa) → (etanol)

   A. Fermentasi Asam Laktat
Fermentasi asam laktat yaitu fermentasi dimana hasil akhirnya adalah asam laktat. Peristiwa ini dapat terjadi di otot dalam kondisi anaerob.

Reaksinya : C6H12O6 → 2 C2H5OCOOH + Energi enzim Prosesnya :
   1.  Glukosa → asam piruvat (proses Glikolisis). enzim C6H12O6 → 2 C2H3OCOOH + Energi 2. Dehidrogenasi asam piruvat akan terbentuk asam laktat.

   2.   C2H3OCOOH + 2 NADH2 → 2 C2H5OCOOH + 2 NAD. (piruvat dehidrogenasa)
Energi yang terbentuk dari glikolisis hingga terbentuk asam laktat : 8 ATP − 2 NADH2 = 8 - 2(3 ATP) = 2 ATP.

   B. Fermentasi Alkohol
      Pada beberapa mikroba peristiwa pembebasan energi terlaksana karena asam piruvat diubah menjadi asam asetat + CO2. Selanjutaya asam asetat diubah menjadi alkohol. Dalam fermentasi alkohol, satu molekul glukosa hanya dapat menghasilkan 2 molekul ATP, bandingkan dengan respirasi aerob, satu molekul glukosa mampu menghasilkan 38 molekul ATP.

      Reaksinya :
1. Gula (C6H12O6) → asam piruvat (glikolisis)
2. Dekarboksilasi asam piruvat + asampiruvat → asetaldehid + CO2 → piruvat dekarboksilase (CH3CHO)
3. Asetaldehid oleh alkohol dihidrogenase diubah menjadi alkohol (etanol).
      2 CH3CHO + 2 NADH2 → 2 C2H5OH + 2 NAD.
      alkohol dehidrogenase-enzim.

      Ringkasan reaksi : C6H12O6 → 2 C2H5OH + 2 CO2 + 2 NADH2 + Energi


   C. Fermentasi Asam Cuka
Fermentasi asam cuka merupakan suatu contoh fermentasi yang berlangsung dalam keadaan aerob. Fermentasi ini dilakukan oleh bakteri asam cuka (Acetobacter aceti) dengan substrat etanol. Energi yang dihasilkan 5 kali lebih besar dari energi yang dihasilkan oleh fermentasi alkohol secara anaerob.

 Reaksi: aerob C6H12O6 → 2 C2H5OH → 2 CH3COOH + H2O + 116 kal (glukosa) bakteri asam cuka asam cuka.

Reaksi pembongkaran glukosa sampai menjadi H20 + CO2 + Energi, melalui tiga tahap :


PROSES
AKSEPTOR
ATP
1. Glikolisis Glukosa → 2 asam piruvat
2 NADH
2 ATP
2. Siklus Krebs : 2 asetil piruvat → 2 asetil KoA + 2 CO2
     8 NADH
  2 ATP
3. Rantai transnpor elektron respirator : 10 NADH + 502 → 10 NAD+ + 10 H20
30 ATP
    2 FADH2


       ➤ Anabolisme dan Katabolisme dari Karbohidrat

            Metabolisme karbohidrat mencakup sintesis (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) molekul organik kompleks. Metabolisme biasanya terdiri atas tahapan-tahapan yang melibatkan enzim, yang dikenal pula sebagai jalur metabolisme. Metabolisme total merupakan semua proses biokimia di dalam organisme. Metabolisme sel mencakup semua proses kimia didalam sel. Tanpa metabolisme, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup.
Karbohidrat merupakan hidrat dari unsur karbon (C). Peristiwa ini banyak dijumpai pada tubuh makhluk hidup, baik tumbuhan, hewan, atau manusia.

    A. Struktur
            Karbohidrat merupakan sumber energi utama dan sumber serat utama. Karbohidrat mempunyai 3 unsur yaitu karbon, hidrogen dan oksigen. Jenis-jenis karbohidrat sangat beragam. Karbohidrat dibedakan satu dengan yang lain berdasarkan susunan atom-atomnya, panjang pendeknya rantai serta jenis ikatan, dari kompleksitas serta ukurannya.
            Karbohidrat dibedakan menjadi karbohidrat sederhana (monosakarida  dan disakarida) dan karbohidrat dengan struktur yang kompleks (polisakarida). Selain kelompok tersebut juga masih ada oligosakarida yang memiliki monosakarida lebih pendek dari polisakarida, contohnya adalah satkiosa, rafinosa, fruktooligosakarida, dan galaktooligosakarida (Anonim, 2009).

   1.  Monosakarida

        a. Glukosa : Glukosa merupakan produk utama yang dibentuk dari hidrolisis karbohidrat                    kompleks dalam proses pencernaan. Glukosa ,merupakan bentuk gula yang biasanya terdapat pada    aliran darah dan dalam sel. Glukosa dioksidasi untuk menghasilkan energi dan disimpan dalam          hati untuk sebagai glikogen.
        b. Fruktosa : Fruktosa dinamakan juga gula tebu.
        c. Galaktosa : Produk ini diproduksi dari laktosa (gula dalam susu) dengan cara hidroisis dalam        proses pencernaan dan terdapat dalam bentuk bebas.
        d. Mannosa : Mannosa tidak terdapat dalam bentuk bebas dalam makanam, yang merupakan            turunan dari mannosan adalah terdapat dari beberapa leguminosa.

    2. Oligosakarida
         Didalam oligosakarida terdapat pula disakarida, trisakarida dan tetrasakaridaoligasakarida ini      merupakan  ikatan dari monosakarida yang tidak melebihi dari ikatan polisakarida.

        Adapun contohnya sebagai berikut :
  •       Disakarida non-pereduksi

           a.  Sukrosa : sukrosa ini terdiri dari glukosa dan fruktosa.
           b.   Trehalosa : kumpulan mosoakarida ini banyak terdapat pada hemolimfe dari insekta.

  •      Disakarida pereduksi

           a.  Maltosa : terdiri dari dua molekul glukosa.
            b.  Laktosa : Pada hidrolisis lakstosa akan menghasilkan galaktosa dan glukosa.
            c.  Selubiosa : Merupakan disakarida penyusun selulosa, terdiri dari dua molekul glukosa dengan       ikatan glikosidik.

  •      Trisakarida
     a. Rafinosa : rafinosa terdiri dari galaktosa, glukosa dan fruktosa. Senyawa ini dikenal dengan 
             nama galaktosil sukrosa. 
           b.  Gelatinosa : terdiri atas glukosa dan fruktosa.
           c.  Polisakarida

     B. Fungsi Anabolisme dan Katabolisme dari Karbohidrat

           1.   Simpanan energi, bahan bakar dan senyawa antara metabolisme.
           2.    Bagian dari kerangka struktural dari pembentuk RNA dan DNA.
           3.    Merupakan elemen struktural dari dinding sel tanaman maupun bakteri.
           4.    Identitas sel, berikatan dengan protein atau lipid dan berfungsi dalam proses pengenalan antar        sel (Nuringtyas. 2009).

  

      ➤ Anabolisme dan katabolisme dari Lemak


     A. Struktur
     
          Berdasarkan struktur dan fungsi, bermacam-macam lemak menjadi salah satu dasar   pengklasifiksian lemak.

          1.  Asam-asam lemak : Merupakan suatu rantai hidrokarbon yang mengandung satu gugus metal pada salah satu ujungnya dan salah satu gugus asam atau karboksil. Secara umum formula kimia suatu asam lemak adalah CH3(CH2)nCOOH, dan n biasanya kelipatan dua.

·         Rantai pendek : rantai hidrokarbonnya terdiri dari jumlah atom karbon genap 4-6 atom.
·         Rantai sedang : 8-12 atom
·         Rantai panjang : 14-26 atom.

Dan asam lemak-asam lemak ini merupakan asam lemak jenuh, sedangkan untuk asam lemak tidak jenuh, adalah yang mempunyai ikatan rangkap satu lebih misalnya palmitoleat, linolenat, arakhidat, dan lain sebagainya. CH3(CH2)7CH=CH(CH2)7COOH (oleat). 

Turunan-turunan asam lemak merupakan suatu komponen yang terbentuk dari satu atau lebih asam lemak yang mengandung alkohol dan disebut ester. Terdapat dua golongan ester yaitu gliserol ester dan cholesterol ester.

·        Gliserol ester : terbentuk melalui metabolisme karbohidrat yang mengandung tiga atom karbon, yang salah satu atom karbon bersatu dengan salah satu gugus alcohol. Reaksi kondensasi antara gugus karboksil dengan gugus alcohol dari gliserol akan membentuk gliserida, tergantung dari jumlah asam lemak dari gugus alkohol yang membentuk reaksi kondensasi. (monogliserida, digliserida, trigliserida)

·        Kolesterol ester : terbentuk melalui reaksi kondensasi. Sterol, kolesterol, dan asam lemak terikat dengan gugus alcohol.

·         Glikolipid : komponen ini mempunyai sifat seperti lipid, terdiri dari satu atau lebih komponen gula, dan biasanya glukosa dan galaktosa.


·         Sterol : merupakan golongan lemak yang larut dalam alcohol, Misalnya kolesterol sterol. Berbeda dengan struktur lainnya, sterol mempunyai nukleus dengan empat buah cincin yang saling berhubungan, tiga diantaranya mengandung 6 atom karbon, sedang yang keempat mengandung 5 atom karbon (Piliang. 2006).


      ➤ Anabolisme dan Katabolisme dari Protein

      A. Struktur
Dilihat dari tingkat organisasi struktur, protein dapat diklasifikasikan ke dalam empat kelas dengan urutan kerumitan yang berkurang. Kelas-kelas itu adalah :

1.  Struktur primer : hanya urutan asam amino di dalam rantai protein. Struktur primer protein diselenggarakan oleh ikatan-ikatan (peptida) yang kovalen.

2.  Struktur sekunder. Hal ini merujuk ke banyaknya struktur helix-aa atau lembaran berlipatan-B setempat yang berhubungan dengan struktur protein secara keseluruhan. Struktur sekunder protein diselenggarakan oleh ikatan-ikkatan hidrogen antara oksigen karbonil dan nitrogen amida dari rantai polipeptida.

3.  Struktur tersier. Hal ini menunjuk ke cara rantai protein ke dalam protein berbentuk bulat dilekukkan dan dilipat untuk membentuk struktur tiga-dimensional secara menyeluruh dari molekul protein. Struktur tersier diselenggarakan oleh interaksi antara gugus-fufus R dalam asam amino.

4.  Struktur kuartener. Banyak protein ada sebagai oligomer, atau molekul-molekul besar terbentuk dari pengumpulan khas dari subsatuan yang identik atau berlainan yang dikenal dengan protomer (Poedjiadi, 2005).

      B. Fungsi Anabolisme dan Katabolisme dari Protein

         1.   Membentuk jaringan/ bagian tubuh lain
         2.   Pertumbuhan (bayi, anak, pubertas)
         3.   Pemeliharaan (dewasa)
         4.   Membentuk sel darah
         5.   Membentuk hormon, enzym, antibody,dll
         6.   Memberi tenaga (protein sparing efek)
         7.   Pengaturan (enzim, hormone).

   ➤ Anabolisme
Proses anabolisme atau sintesis protein secara garis besar dibagi dalam tiga tahap yaitu, tahap pemrakarsaan (initiation), tahan pemanjangan (elongation), dan tahap penghentian (termination).

a. Tahap Initiation
    Tahap ini merupakan tahap interaksi antara ribosom subunit besar dan subunit kecil. Inisiator aminosil tRNA hanya dapat berikatan dengan kodon AUG yang disebut juga kodon pemrakarsa, karena AUG adalah kode untuk asam amino metionin. Metionin ini akan digandeng oleh inisiator aminoasil tRNA, shingga tRNA ini sering disebut dengan Met-tRNA. Tahap inisiasi diawai dengan pemisahan ribosom sub unit besar dengan ribosom sub unit kecil. Tahap ini diakhiri dengan bergabungnya ribosom dengan mRNA dan Met-tRNA.

                b. Tahap Pemanjangan (Elongasi)
   Setelah terbentuk pemrakarsaan (initiating complex), maka ribosom subunit besar akan menempel pada ribosom sub unit kecil dengan didahului oleh hidrolisis terhadap molekul GTP, sehingga dihasilkan dua tempat yang terpisah pada ribosom sub unit besar yaitu sisi P (Pepetidil) dan sisi A (aminoasil). Pada proses elongasi ribosom akan bergerak sepanjang mRNA untuk menerjemahkan pesan yang dibawa oleh mRNA dengan arah gerakan dari 5’ ke 3’.

                c. Tahap Penghentian (Terminasi)
        Pada tahap ini dikenal dengan tahap penghentian, Jadi tahap ini penerjemahan akan berhenti apabila kodon penghenti (UAA, UAG, atau UGA) masuk ke sisi A. Hal ini akan terjadi jika tidak ada satupun tRNA yang memiliki anti kodon yang dapat berpasangan dengan kodon-kodon penghenti. Setelah itu sebagai pengganti tRNA, masuklah faktor pembebas atau RF (Release Faktor) ke sisi A. Faktor ini bersama-sama dengan molekul GTP, melepaskan rantai polipeptida yang telah usai dibentuk oleh tRNA. Setelah itu ribosom kembali terpisah menjadi unit besar dan unit kecil serta kembali ke sitosol untuk kemudian akan berfungsi lagi sebagai penerjemah (Marianti, 2007).


   ➤ Katabolisme
          Asam-asam amino tidak dapat disimpan oleh tubuh. Jika jumlah asam amino berlebihan atau terjadi kekurangan sumber energi lain (karbohidrat dan protein), tubuh akan menggunakan asam amino sebagai sumber energi. Tidak seperti karbohidrat dan lipid (lemak), asam amino memerlukan pelepasan gugus amin. Gugus amin ini kemudian dibuang karena bersifat toksik bagi tubuh.

Terdapat  2 tahap pelepasan gugus amin dari asam amino, yaitu:
    1.   Transaminasi : Enzim aminotransferase memindahkan amin kepada α-ketoglutarat menghasilkan glutamat atau kepada oksaloasetat menghasilkan aspartat.
    2.   Deaminasi oksidatif : Pelepasan amin dari glutamat menghasilkan ion ammonium. Gugus-gugus amin dilepaskan menjadi ion amonium (NH4+) yang selanjutnya masuk ke dalam siklus urea di hati.



    ⏩ Fungsi Enzim Dalam Metabolisme

Metabolisme merupakan sekumpulan reaksi kimia yang terjadi pada makhluk hidup untuk menjaga kelangsungan hidup. Reaksi-reaksi ini meliputi sintesis molekul besar menjadi molekul yang lebih kecil (anabolisme) dan penyusunan molekul besar dari molekul yang lebih kecil (katabolisme).

Beberapa reaksi kimia tersebut antara lain respirasi, glikolisis, fotosintesis pada tumbuhan, dan protein sintesis. Dengan mengikuti ketentuan bahwa suatu reaksi kimia akan berjalan lebih cepat dengan adanya asupan energi dari luar (umumnya pemanasan), maka seharusnya reaksi kimia yang terjadi pada di dalam tubuh manusia harus diikuti dengan pemberian panas dari luar.

Terdapat berbagai macam peranan atau Fungsi dari pasa enzim yakni :
1.   Reduksi, yaitu reaksi penambahan hidrogen, electron atau pelepasan oksigen.
2.   Dehidrasi yaitu pelepasan molekul uap air (H20).
3.   Oksidasi yaitu reaksi pelepasan molekul hydrogen, electron atau penambahan oksigen
4.   Hidrolisis yaitu reaksi penambahan H20 pada suatu molekul dan diikuti pemecahan molekul pada ikatan yang ditambah H20.
5.    Deminase yaitu reaksi pelepasan gugus amin (NH2)
6.    Dekarbolisasi yaitu reaksi pelepasan CO2 dan gugusan karbosil.

7.    Fosforilasi yaitu reaksi pelepasan fosfat.



➤ PEMBELAHAN SEL

     Pembelahan sel adalah suatu proses yang membagi satu sel induk menjadi dua atau lebih sel anak. Pembelahan sel biasanya merupakan bagian kecil dari suatu siklus sel yang lebih besarPembelahan sel pada prokariota dikenal dengan nama pembelahan biner. Pembelahan yang dimaksud betujuan untuk kepentingan reproduksi. Sel yang dihasilkan adalah sel anak yang memiliki otonomi sendiri. Pembelahan sel pada eukariota ada dua jenis, yaitu mitosis dan meiosis. Mitosis menghasilkan sel anak yang dapat membelah lagi, sedangkan meiosis mengubah suatu sel menjadi suatu gamet yang tidak dapat membelah lagi hingga fertilisasi.



    1.   Amitosis
·         Tempat : sel autosomatik
·         Tujuan : pertumbuhan
·         Ploidisasi : ninduk = nanak
·         Ada interfase sebelum pembelahan dilakukan.


    2.   Meiosis
·         Tempat : sel gonatik
·         Tujuan : membentuk gonad
·         Ploidisasi : ninduk = 2nanak
·         Tidak ada interfase antara Meiosis I dengan Meiosis II.



     Pembelahan Mitosis dapat dibagi menjadi lima fase, yakni:
·         Profase : Fase pembelahan terlama di mana sel malakukan persiapan, baik sintesis protein, lipid, dll. Sentriol kemudian menginvasi nukleus. Mikrofilamen memanjang dari pangkal sentriol dan menempel pada kromatin pada bagian kinetokor.
·         Metafase : Kromatin yang telah menjadi kromosom mengumpul di ekuator nukleus, nukleolus pecah menjadi butiran.
·         Anafase : Bagian yang paling cepat di mana sel ditarik ke dua badan kutub oleh dua sentriol.
·         Telofase : Akhir pembelahan di mana sel menjadi dua dan memisah bersama terbaginya organel-organel sel.
·         Interfase : Fase ini merupakan fase antara yang merupakan periode antaramitosis yang satu dengan yang lain. fase ini bukanlah fase istirahat, melainkan fase yang di mana metabolisme sel giat dilakukan. pada saat fase interfase, sel akan mengalami tiga tahapan sebagai berikut: 1. Fase Pertumbuhan Primer (Gap 1 atau G1) Organel-organelyang ada di dalam sel, seperti mitokondria, retikulum endoplasma, kompleks Golgi, dan organel lainnya memperbanyak diri guna menunjang kehidupan sel. 2. Fase Sintesis (S) Sel melakukan sistesis terutama sintesis materi genetik, yaitu DNA. 3. Fase Pertumbuhan Sekunder (Gap 2 atau G2) Menjelang mitosis berikutnya, sel melakukan pertumbuhan kedua dengan memperbanyak organel-organel sel yang dimilikinya.
         Umumnya, mitosis (profase, metafase, anafase, dan telofase) berlangsung singkat, selebihnya sel berada pada fase interfase. Lama mitosis tergantung pada jenis organisme.



         Pembelahan Meiosis dibagi menjadi dua bagian, yaitu meiosis 1 dan meiosis 2. Pada meiosis 1 akan mengalami 4 fase, yaitu profase 1, metafase 1, anafase 1, dan telofase 1. Sedangkan meiosis 2 akan mengalami 4 fase, yaitu profase 2, metafase 2, anafase 2, dan telofase 2.










   DAFTAR PUSTAKA

   Campbell dkk. 2008. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

   Campbell dkk. 2002. Biologi Edisi Kelima  Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
   https://id.wikipedia.org/wiki/Pembelahan_sel