➤ PENGERTIAN SEL
Dalam biologi, sel adalah kumpulan materi paling sederhana yang dapat hidup dan merupakan unit penyusun semua makhluk hidup. Sel mampu melakukan semua aktivitas kehidupan dan sebagian besar reaksi kimia untuk mempertahankan kehidupan berlangsung di dalam sel. Kebanyakan makhluk hidup tersusun atas sel tunggal, atau disebut organisme uniseluler, misalnya bakteri dan amoeba. Makhluk hidup lainnya, termasuk tumbuhan, hewan, dan manusia, merupakan organisme multiseluler yang terdiri dari banyak tipe sel terspesialisasi dengan fungsinya masing-masing.
➤ STRUKTUR SEL
Organisme yang beraneka ragam pada dasarnya memiliki struktur sel yang hampir sama. Secara umum, sel tersusun atas membran dan protoplasma. Protoplasma terdiri atas cairan sel (sitoplasma) dan organel-organep sel. Organel merupakan bagian sel yang mempunyal fungsi khusus. Organel yang terdapat di dalam sel adalah sebagai berikut.
Membran sel tersusun atas fosfor, lemak (lipid), karbohidrat, dan protein. Membran sel berfungsi sebagai pelindung dan pengatur lalu lintas zat yang keluar masuk sel. Membran sel bersifat semipermeabel. Artinya, membran sel hanya dapat dilewati oleh zat tertentu. Zat yang dapat melewati membran sel, misalnya air, oksigen, zat yang larut dalam lemak, dan ion tertentu. Gula dan protein tidak dapat melewati membran sel.
b. Sitoplasma
Sitoplasma merupakan cairan sel. Sitoplasma mengandung berbagai macam zat, di antaranya protein, lemak, karbohidrat, zat-zat anorganik, enzim, vitamin, dan hormon. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat berlangsungnya reaksi metabolisme sel karena organel sel terdapat di sitoplasma.
Sitoplasma merupakan cairan sel. Sitoplasma mengandung berbagai macam zat, di antaranya protein, lemak, karbohidrat, zat-zat anorganik, enzim, vitamin, dan hormon. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat berlangsungnya reaksi metabolisme sel karena organel sel terdapat di sitoplasma.
Nukleus tersusun atas membran, cairan inti (nukleoplasma), kromosom, dan anak inti (nukleolus). Cairan inti tersusun atas air, protein, dan mineral. Kromosom merupakan pembawa sifat menurun, yang tersusun atas benang-benang kromatin. Nukleolus berperan dalam pembuatan komponen ribosom.
d. Mitokondria
Mitokondria adalah organel bermembran yang berfungsi sebagai tempat penghasil energi. Semakin aktif suatu sel, semakin banyak mitokondrianya.
Mitokondria adalah organel bermembran yang berfungsi sebagai tempat penghasil energi. Semakin aktif suatu sel, semakin banyak mitokondrianya.
e. Ribosom
Ribosom berbentuk butiran-butiran. Ribosom ada yang menempel pada membran retikulum endoplasma dan ada pula yang bebas di sitoplasma. Ribosom berfungsi dalam pembuatan (sintesis) protein.
f. Retikulum Endoplasma (RE)
Retikulum endoplasma merupakan saluran berliku yang membentang dan inti sel menuju ke sitoplasma. Ada dua tipe RE, yaitu RE kasar dan halus. Pada mernbran RE kasar, terdapat ribosom. RE halus tidak ditempeli ribosom. RE berperan untuk membuat dan menyalurkan bahan-bahan yang dibutuhkan oleh organel-organel sel.
g. Badan Golgi (Kompleks Golgi)
Badan Golgi berbentuk seperti kumpulan kantong yang bertumpuk-tumpuk. Badan Golgi berperan untuk memodifikasi bahan-bahan yang dihasilkan oleh RE dan menyalurkannya ke organel-organef yang membutuhkan.
h. Lisosom
Lisosom merupakan organel berbentuk kantong yang berisi enzim pencernaan. Lisosom berfungsi untuk mencerna zat sisa, makanan, atau zat asing. Jika lisosom pecah, enzim di dalamnya akan mencerna/ menghancurkan organel se dan akibatnya sel akan mati. Lisosom hanya terdapat pada sel hewan.
I. Sentriol
Sentriol berperan dalam pembelahan sel. Sentriol hanya dimiliki oleh sel hewan.
j. Vakuola
Vakuola berarti ruangan sel. Pada tumbuhan yang sudah tua, vakuola berukuran besar dan berisi cadangan makanan. Sedangkan pada sel hewan, vakuola berukuran kecil. Pada protozoa, terdapat dua jenis vakuola, yaitu vakuola makanan dan vakuola kontraktil. Vakuola makanan berfungi untuk mencerna makanan. Vakuola kontraktil berfungsi mengeluarkan zat sisa dan mengatur keseimbangan air dalam sel.
k. Plastida
Plastida hanya terdapat pada tumbuhan. Plastida mengandung pigmen tertentu. Kloroplas merupakan plastida yang berwarna hijau karena memiliki klorofil dan berperan dalam proses fotosintesis. Kromoplas berwarna kuning karena memiliki pigmen xantofil. Leukoplas berfungsi sebagai tempat cadangan makanan.
I. Dinding Sel
Membran sel tumbuhan dilindungi oleh dinding sel. Selain melindungi sel, dinding sel juga menjaga bentuk sel tumbuhan tidak berubah dan kaku.
➤ METABOLISME SEL
Metabolisme sel merupakan aktivitas hidup yang dijalankan oleh sebuah sel yang merupakann unit kehidupan yang terkecil.
Metabolisme adalah
proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup atau sel. Metabolisme disebut juga reaksi
enzimatis, karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator.
➤ Berdasarkan prosesnya
metabolisme dibagi menjadi 2 yaitu :
- Anabolisme atau Asimilasi (Sintesis)
Anabolisme adalah suatu
peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks. Nama lain dari anabolisme adalah peristiwa
sintesis atau penyusunan. Anabolisme memerlukan energi, misalnya : energi
cahaya untuk fotosintesis, energi kimia untuk kemosintesis.
- Fotosintesis
Fotosintesis adalah
proses penyusunan atau pembentukan dengan menggunakan energi cahaya (foton).
Sumber energi cahaya alami adalah matahari yang memiliki spektrum cahaya infra
merah (tidak kelihatan), merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu dan
ultra ungu (tidak kelihatan).
Yang digunakan dalam
proses fetosintesis adalah spektrum cahaya tampak, dari ungu sampai merah,
infra merah dan ultra ungu tidak digunakan dalam fotosintesis.
|
|
||||||||||||
sumber : (lehninger, 2005).
Tidak semua tumbuhan dapat
melakukan asimilasi C menggunakan cahaya sebagai sumber energi. Beberapa macam
bakteri yang tidak mempunyai klorofil dapat mengadakan asimilasi C dengan
menggunakan energi yang berasal dan reaksi-reaksi kimia, misalnya bakteri
sulfur, bakteri nitrat, bakteri nitrit, bakteri besi dan lain-lain.
Bakteri-bakteri tersebut memperoleh energi dari hasil oksidasi senyawa-senyawa
tertentu.
2. Katabolisme atau Disimilasi
Katabolisme adalah reaksi
pemecahan atau pembongkaran
senyawa kimia kompleks yang mengandung energi tinggi menjadi senyawa sederhana
yang mengandung energi lebih rendah. Tujuan utama katabolisme adalah untuk
membebaskan energi yang terkandung didalam senyawa sumber. Bila pembongkaran suatu zat dalam lingkungan cukup
oksigen (aerob) disebut proses respirasi, bila dalam lingkungan tanpa oksigen
(anaerob) disebut fermentasi.
sumber : (Campbell jilid 1)
Respirasi yaitu suatu
proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi melalui proses
kimia dengan menggunakan oksigen. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia
ATP untak kegiatan kehidupan, seperti sintesis (anabolisme), gerak,
pertumbuhan.
Contoh :
Respirasi pada Glukosa, reaksi sederhananya : C6H12O6 + O2 → 6CO2 + 6H2O + 688KKal.→ (glukosa)
Pada kebanyakan
tumbuhan den hewan, respirasi yang berlangsung adalah respirasi aerob. Namun demikian, dapat juga terjadi respirasi aerob terhambat pada
sesuatu hal, maka hewan dan tumbuhan tersebut melangsungkan proses fermentasi
yaitu proses pembebasan energi tanpa adanya oksigen, nama lainnya adalah
respirasi anaerob.
Dari hasil akhir
fermentasi, dibedakan menjadi fermentasi asam laktat (asam susu) dan fermentasi alkohol.
Contoh :
Fermentasi pada Glukosa : C6H1206 → 2C2H5OH + 2CO2 + Energi.
(glukosa) → (etanol)
A. Fermentasi Asam Laktat
Fermentasi asam laktat
yaitu fermentasi dimana hasil akhirnya adalah asam laktat. Peristiwa ini dapat
terjadi di otot dalam kondisi anaerob.
Reaksinya : C6H12O6 →
2 C2H5OCOOH + Energi enzim Prosesnya :
1. Glukosa → asam piruvat (proses Glikolisis).
enzim C6H12O6 → 2 C2H3OCOOH
+ Energi 2. Dehidrogenasi asam piruvat akan terbentuk asam laktat.
2. C2H3OCOOH
+ 2 NADH2 → 2 C2H5OCOOH + 2 NAD. (piruvat
dehidrogenasa)
Energi yang terbentuk
dari glikolisis hingga terbentuk asam laktat : 8 ATP − 2 NADH2 = 8 - 2(3 ATP) = 2 ATP.
B. Fermentasi Alkohol
Pada beberapa mikroba peristiwa
pembebasan energi terlaksana karena asam piruvat diubah menjadi asam asetat +
CO2. Selanjutaya asam asetat diubah menjadi alkohol. Dalam fermentasi alkohol,
satu molekul glukosa hanya dapat menghasilkan 2 molekul ATP, bandingkan dengan
respirasi aerob, satu molekul glukosa mampu menghasilkan 38 molekul ATP.
Reaksinya :
1. Gula (C6H12O6) → asam piruvat (glikolisis)
2. Dekarboksilasi asam
piruvat +
asampiruvat
→ asetaldehid + CO2 → piruvat dekarboksilase (CH3CHO)
3. Asetaldehid oleh
alkohol dihidrogenase diubah menjadi alkohol (etanol).
2 CH3CHO + 2 NADH2 →
2 C2H5OH
+ 2 NAD.
alkohol dehidrogenase-enzim.
Ringkasan reaksi : C6H12O6 → 2 C2H5OH + 2 CO2 +
2 NADH2 + Energi
C. Fermentasi Asam Cuka
Fermentasi asam cuka
merupakan suatu contoh fermentasi yang berlangsung dalam keadaan aerob.
Fermentasi ini dilakukan oleh bakteri asam cuka (Acetobacter
aceti) dengan substrat etanol. Energi yang dihasilkan 5 kali lebih
besar dari energi yang dihasilkan oleh fermentasi alkohol secara anaerob.
Reaksi: aerob C6H12O6 → 2 C2H5OH → 2 CH3COOH
+ H2O + 116 kal (glukosa) bakteri asam cuka asam cuka.
➤ Reaksi pembongkaran
glukosa sampai menjadi H20 + CO2 + Energi,
melalui tiga tahap :
➤ Anabolisme dan Katabolisme dari Karbohidrat
Metabolisme karbohidrat mencakup sintesis
(anabolisme) dan penguraian (katabolisme) molekul organik kompleks. Metabolisme
biasanya terdiri atas tahapan-tahapan yang melibatkan enzim, yang dikenal pula
sebagai jalur metabolisme. Metabolisme total merupakan semua proses biokimia di dalam organisme.
Metabolisme sel mencakup semua proses kimia didalam sel. Tanpa metabolisme,
makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup.
Karbohidrat merupakan hidrat dari unsur karbon (C). Peristiwa ini
banyak dijumpai pada tubuh makhluk hidup, baik tumbuhan, hewan, atau manusia.
A. Struktur
Karbohidrat merupakan
sumber energi utama dan sumber serat
utama. Karbohidrat mempunyai 3 unsur yaitu karbon, hidrogen dan oksigen. Jenis-jenis karbohidrat
sangat beragam. Karbohidrat dibedakan satu dengan yang lain berdasarkan susunan
atom-atomnya, panjang pendeknya rantai serta jenis
ikatan, dari kompleksitas serta ukurannya.
Karbohidrat dibedakan
menjadi karbohidrat sederhana (monosakarida dan disakarida) dan
karbohidrat dengan struktur yang kompleks (polisakarida).
Selain kelompok tersebut juga masih ada oligosakarida yang memiliki
monosakarida lebih pendek dari polisakarida, contohnya adalah satkiosa,
rafinosa, fruktooligosakarida, dan galaktooligosakarida (Anonim, 2009).
1. Monosakarida
a. Glukosa : Glukosa
merupakan produk utama yang dibentuk dari hidrolisis karbohidrat kompleks dalam
proses pencernaan. Glukosa ,merupakan bentuk gula yang biasanya terdapat pada aliran darah dan dalam sel. Glukosa dioksidasi untuk menghasilkan energi dan
disimpan dalam hati untuk sebagai glikogen.
b. Fruktosa : Fruktosa
dinamakan juga gula tebu.
c. Galaktosa : Produk
ini diproduksi dari laktosa (gula dalam susu) dengan cara hidroisis dalam proses
pencernaan dan terdapat dalam bentuk bebas.
d. Mannosa : Mannosa tidak
terdapat dalam bentuk bebas dalam makanam, yang merupakan turunan dari mannosan adalah terdapat dari beberapa leguminosa.
2. Oligosakarida
Didalam oligosakarida terdapat pula disakarida, trisakarida dan tetrasakarida, oligasakarida ini merupakan ikatan dari
monosakarida yang tidak melebihi dari ikatan polisakarida.
Adapun contohnya sebagai berikut :
a. Sukrosa
: sukrosa ini terdiri dari glukosa dan fruktosa.
b. Trehalosa : kumpulan
mosoakarida ini banyak terdapat pada hemolimfe dari insekta.
a. Maltosa :
terdiri dari dua molekul glukosa.
b. Laktosa :
Pada hidrolisis lakstosa akan menghasilkan galaktosa dan glukosa.
c. Selubiosa :
Merupakan disakarida penyusun selulosa, terdiri dari dua molekul glukosa dengan ikatan
glikosidik.
nama
galaktosil sukrosa.
b. Gelatinosa :
terdiri atas glukosa dan fruktosa.
c. Polisakarida
B. Fungsi
1. Simpanan energi, bahan
bakar dan senyawa antara metabolisme.
2. Bagian dari kerangka
struktural dari pembentuk RNA dan DNA.
3. Merupakan elemen struktural dari dinding sel tanaman maupun bakteri.
4. Identitas sel,
berikatan dengan protein atau lipid dan berfungsi dalam proses pengenalan antar sel (Nuringtyas. 2009).
➤ Anabolisme dan katabolisme
dari Lemak
A. Struktur
Berdasarkan struktur dan fungsi, bermacam-macam lemak menjadi
salah satu dasar pengklasifiksian lemak.
1. Asam-asam lemak :
Merupakan suatu rantai hidrokarbon yang mengandung satu gugus metal pada salah
satu ujungnya dan salah satu gugus asam atau karboksil. Secara umum formula
kimia suatu asam lemak adalah CH3(CH2)nCOOH,
dan n biasanya kelipatan dua.
· Rantai
pendek : rantai hidrokarbonnya terdiri dari jumlah atom karbon genap 4-6 atom.
· Rantai
sedang : 8-12 atom
· Rantai
panjang : 14-26 atom.
Dan asam lemak-asam lemak ini merupakan asam lemak jenuh,
sedangkan untuk asam lemak tidak jenuh, adalah yang mempunyai ikatan rangkap satu lebih misalnya palmitoleat, linolenat, arakhidat, dan lain sebagainya. CH3(CH2)7CH=CH(CH2)7COOH
(oleat).
Turunan-turunan asam lemak merupakan suatu
komponen yang terbentuk dari satu atau lebih asam lemak yang mengandung alkohol
dan disebut ester. Terdapat dua golongan ester yaitu gliserol ester dan
cholesterol ester.
· Gliserol
ester : terbentuk melalui metabolisme karbohidrat yang mengandung tiga atom
karbon, yang salah satu atom karbon bersatu dengan salah satu gugus alcohol.
Reaksi kondensasi antara gugus karboksil dengan gugus alcohol dari gliserol
akan membentuk gliserida, tergantung dari jumlah asam lemak dari gugus alkohol
yang membentuk reaksi kondensasi. (monogliserida, digliserida, trigliserida)
· Kolesterol
ester : terbentuk melalui reaksi kondensasi. Sterol, kolesterol, dan asam lemak
terikat dengan gugus alcohol.
· Glikolipid
: komponen ini mempunyai sifat seperti lipid, terdiri dari satu atau lebih
komponen gula, dan biasanya glukosa dan galaktosa.
· Sterol :
merupakan golongan lemak yang larut dalam alcohol, Misalnya kolesterol sterol.
Berbeda dengan struktur lainnya, sterol mempunyai nukleus dengan empat buah
cincin yang saling berhubungan, tiga diantaranya mengandung 6 atom karbon,
sedang yang keempat mengandung 5 atom karbon (Piliang. 2006).
➤ Anabolisme
dan Katabolisme dari Protein
A. Struktur
Dilihat dari tingkat organisasi struktur, protein dapat
diklasifikasikan ke dalam empat kelas dengan urutan kerumitan yang berkurang.
Kelas-kelas itu adalah :
1. Struktur primer : hanya urutan asam amino di dalam rantai
protein. Struktur primer protein diselenggarakan oleh
ikatan-ikatan (peptida) yang kovalen.
2. Struktur sekunder. Hal
ini merujuk ke banyaknya struktur helix-aa atau lembaran berlipatan-B setempat
yang berhubungan dengan struktur protein secara keseluruhan. Struktur sekunder
protein diselenggarakan oleh ikatan-ikkatan hidrogen antara oksigen karbonil
dan nitrogen amida dari rantai polipeptida.
3. Struktur tersier. Hal
ini menunjuk ke cara rantai protein ke dalam protein berbentuk bulat dilekukkan
dan dilipat untuk membentuk struktur tiga-dimensional secara menyeluruh dari
molekul protein. Struktur tersier diselenggarakan oleh interaksi antara
gugus-fufus R dalam asam amino.
4. Struktur kuartener.
Banyak protein ada sebagai oligomer, atau molekul-molekul besar terbentuk dari
pengumpulan khas dari subsatuan yang identik atau berlainan yang dikenal dengan
protomer (Poedjiadi, 2005).
B. Fungsi
1. Membentuk jaringan/ bagian tubuh lain
2. Pertumbuhan (bayi, anak, pubertas)
3. Pemeliharaan (dewasa)
4. Membentuk sel darah
5. Membentuk hormon, enzym, antibody,dll
6. Memberi tenaga (protein sparing efek)
7. Pengaturan (enzim, hormone).
➤ Anabolisme
Proses anabolisme atau sintesis protein secara garis besar
dibagi dalam tiga tahap yaitu, tahap pemrakarsaan (initiation), tahan
pemanjangan (elongation), dan tahap penghentian (termination).
a. Tahap Initiation
Tahap ini merupakan tahap interaksi antara
ribosom subunit besar dan subunit kecil. Inisiator aminosil tRNA hanya dapat
berikatan dengan kodon AUG yang disebut juga kodon pemrakarsa, karena AUG
adalah kode untuk asam amino metionin. Metionin ini akan digandeng oleh
inisiator aminoasil tRNA, shingga tRNA ini sering disebut dengan Met-tRNA.
Tahap inisiasi diawai dengan pemisahan ribosom sub unit besar dengan ribosom
sub unit kecil.
b. Tahap Pemanjangan
(Elongasi)
Setelah terbentuk
pemrakarsaan (initiating complex), maka ribosom subunit besar akan menempel
pada ribosom sub unit kecil dengan didahului oleh hidrolisis terhadap molekul
GTP, sehingga dihasilkan dua tempat yang terpisah pada ribosom sub unit besar
yaitu sisi P (Pepetidil) dan sisi A (aminoasil). Pada proses elongasi ribosom
akan bergerak sepanjang mRNA untuk menerjemahkan pesan yang dibawa oleh mRNA
dengan arah gerakan dari 5’ ke 3’.
c. Tahap Penghentian (Terminasi)
Pada tahap ini dikenal dengan tahap
penghentian, Jadi tahap ini penerjemahan akan berhenti apabila kodon penghenti
(UAA, UAG, atau UGA) masuk ke sisi A. Hal ini akan terjadi jika tidak ada
satupun tRNA yang memiliki anti kodon yang dapat berpasangan dengan kodon-kodon
penghenti. Setelah itu sebagai pengganti tRNA, masuklah faktor pembebas atau RF
(Release Faktor) ke sisi A. Faktor ini bersama-sama dengan molekul GTP,
melepaskan rantai polipeptida yang telah usai dibentuk oleh tRNA. Setelah itu ribosom kembali terpisah menjadi unit besar dan unit kecil serta kembali ke
sitosol untuk kemudian akan berfungsi lagi sebagai penerjemah (Marianti, 2007).
➤ Katabolisme
Asam-asam
amino tidak dapat disimpan oleh tubuh. Jika jumlah asam amino berlebihan atau
terjadi kekurangan sumber energi lain (karbohidrat dan protein), tubuh akan
menggunakan asam amino sebagai sumber energi. Tidak seperti karbohidrat dan
lipid (lemak), asam amino memerlukan pelepasan gugus amin. Gugus amin ini kemudian
dibuang karena bersifat toksik bagi tubuh.
Terdapat
2 tahap pelepasan gugus amin dari asam amino, yaitu:
1.
Transaminasi : Enzim aminotransferase memindahkan amin kepada α-ketoglutarat
menghasilkan glutamat atau kepada oksaloasetat menghasilkan aspartat.
2. Deaminasi oksidatif : Pelepasan
amin dari glutamat menghasilkan ion ammonium. Gugus-gugus amin dilepaskan
menjadi ion amonium (NH4+) yang selanjutnya masuk ke dalam siklus urea di hati.
⏩ Fungsi Enzim Dalam Metabolisme
Metabolisme
merupakan sekumpulan reaksi kimia yang terjadi pada makhluk hidup untuk menjaga
kelangsungan hidup. Reaksi-reaksi ini meliputi sintesis molekul besar menjadi
molekul yang lebih kecil (anabolisme) dan penyusunan molekul besar dari molekul
yang lebih kecil (katabolisme).
Beberapa
reaksi kimia tersebut antara lain respirasi, glikolisis, fotosintesis pada
tumbuhan, dan protein sintesis. Dengan mengikuti ketentuan bahwa suatu reaksi
kimia akan berjalan lebih cepat dengan adanya asupan energi dari luar (umumnya
pemanasan), maka seharusnya reaksi kimia yang terjadi pada di dalam tubuh
manusia harus diikuti dengan pemberian panas dari luar.
Terdapat
berbagai macam peranan atau Fungsi dari pasa enzim yakni :
1. Reduksi, yaitu reaksi penambahan
hidrogen, electron atau pelepasan oksigen.
2. Dehidrasi yaitu pelepasan molekul
uap air (H20).
3. Oksidasi yaitu reaksi pelepasan
molekul hydrogen, electron atau penambahan oksigen
4. Hidrolisis yaitu reaksi penambahan
H20 pada suatu molekul dan diikuti pemecahan molekul pada ikatan yang ditambah
H20.
5. Deminase yaitu reaksi pelepasan
gugus amin (NH2)
6. Dekarbolisasi yaitu reaksi pelepasan
CO2 dan gugusan karbosil.
7. Fosforilasi yaitu reaksi pelepasan
fosfat.
➤ PEMBELAHAN SEL
Pembelahan sel adalah suatu proses
yang membagi satu sel induk menjadi
dua atau lebih sel anak. Pembelahan sel biasanya
merupakan bagian kecil dari suatu siklus sel yang lebih besar. Pembelahan sel pada prokariota dikenal dengan nama pembelahan biner. Pembelahan yang dimaksud
betujuan untuk kepentingan reproduksi. Sel yang dihasilkan adalah sel anak yang
memiliki otonomi sendiri. Pembelahan sel pada eukariota ada dua jenis, yaitu mitosis dan meiosis. Mitosis menghasilkan sel anak yang
dapat membelah lagi, sedangkan meiosis mengubah suatu sel menjadi suatu gamet yang
tidak dapat membelah lagi hingga fertilisasi.
1. Amitosis
·
Tempat : sel autosomatik
·
Tujuan : pertumbuhan
·
Ploidisasi : ninduk =
nanak
·
Ada interfase sebelum pembelahan dilakukan.
2. Meiosis
·
Tempat : sel gonatik
·
Tujuan : membentuk gonad
·
Ploidisasi : ninduk =
2nanak
·
Tidak ada interfase antara Meiosis I dengan
Meiosis II.
Pembelahan Mitosis dapat dibagi menjadi
lima fase, yakni:
·
Profase : Fase pembelahan terlama di
mana sel malakukan persiapan, baik sintesis protein, lipid, dll. Sentriol
kemudian menginvasi nukleus. Mikrofilamen memanjang dari pangkal sentriol dan
menempel pada kromatin pada bagian kinetokor.
·
Metafase : Kromatin yang telah menjadi
kromosom mengumpul di ekuator nukleus, nukleolus pecah menjadi butiran.
·
Anafase : Bagian yang paling cepat di
mana sel ditarik ke dua badan kutub oleh dua sentriol.
·
Telofase : Akhir pembelahan di mana
sel menjadi dua dan memisah bersama terbaginya organel-organel sel.
·
Interfase : Fase ini merupakan fase
antara yang merupakan periode antaramitosis yang satu dengan yang lain. fase
ini bukanlah fase istirahat, melainkan fase yang di mana metabolisme sel giat
dilakukan. pada saat fase interfase, sel akan mengalami tiga tahapan sebagai
berikut: 1. Fase Pertumbuhan Primer (Gap 1 atau G1) Organel-organelyang ada di
dalam sel, seperti mitokondria, retikulum endoplasma, kompleks Golgi, dan
organel lainnya memperbanyak diri guna menunjang kehidupan sel. 2. Fase
Sintesis (S) Sel melakukan sistesis terutama sintesis materi genetik, yaitu
DNA. 3. Fase Pertumbuhan Sekunder (Gap 2 atau G2) Menjelang mitosis berikutnya,
sel melakukan pertumbuhan kedua dengan memperbanyak organel-organel sel yang
dimilikinya.
Umumnya, mitosis (profase, metafase,
anafase, dan telofase) berlangsung singkat, selebihnya sel berada pada fase
interfase. Lama mitosis tergantung pada jenis organisme.
Pembelahan Meiosis dibagi menjadi dua
bagian, yaitu meiosis 1 dan meiosis 2. Pada meiosis 1 akan mengalami 4 fase,
yaitu profase 1, metafase 1, anafase 1, dan telofase 1. Sedangkan meiosis 2
akan mengalami 4 fase, yaitu profase 2, metafase 2, anafase 2, dan telofase 2.
DAFTAR
PUSTAKA
Campbell
dkk. 2008. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Campbell
dkk. 2002. Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
https://id.wikipedia.org/wiki/Pembelahan_sel
|








