Powered By Blogger

Sabtu, 28 April 2018

TUGAS BIOTEKNOLOGI - MUTASI GEN


Sasha Nabila Ayunanda (15517531)
1PA09 – Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar






REVIEW BIOTEKNOLOGI MUTASI GEN

               Istilah mutasi petama kali digunakan oleh Hugo de Vries, untuk mengemukakan adanya perubahan fenotipe yang mendadak pada bunga Oenothera lamarckiana dan bersifat menurun. Ternyata perubahan tersebut terjadi karena adanya penyimpangan dari kromosomnya. Seth wright juga melaporkan peristiwa mutasi pada domba jenis Ancon yang berkaki pendek dan bersifat menurun. Penelitian ilmiah tentang mutasi dilakukan pula oleh Morgan (1910) dengan menggunakan Drosophila melanogaster (lalat buah). Akhirnya murid Morgan yang bernama Herman Yoseph Muller berhasil dalam percobaannya terhadap lalat buah, yaitu menemukan mutasi buatan dengan menggunakan sinar X (Anonim, 2009).

            Mutasi gen disebabkan oleh adanya perubahan dalam urutan nukleotida perubahan genotif. Bahan- bahan penyebab terjadinya mutasi disebut dengan mutagen. Sedangkan individu yang memperlihatkan perubahan sifat (fenotipe) akibat mutasi disebut mutan.
Contoh Penyakit yang Disebabkan Mutasi Genetik:

1. Kanker
Sel kanker adalah sel normal yang mengalami mutasi/perubahan genetik dan tumbuh tanpa terkoordinasi dengan sel-sel tubuh lain. Proses pembentukan kanker (karsinogenesis) merupakan kejadian somatik dan sejak lama diduga disebabkan karena akumulasi perubahan genetic dan epigenetik yang menyebabkan perubahan pengaturan normal kontrol molekuler perkembangbiakan sel. Sel kanker yang tak mampu berinteraksi secara sinkron dengan lingkungan dan membelah tanpa kendali bersaing dengan sel normal dalam memperoleh bahan makanan dari tubuh dan oksigen.

Tumor dapat menggantikan jaringan sehat dan terkadang menyebar ke bagian lain dari tubuh yakni suatu proses pemendekan umur yang lazim disebut metastasis. Potensi metastasis ini diperbesar oleh perubahan genetik yang lain. Jika tidak diobati, kebanyakan kanker mengarah ke pesakitan dan bahkan kematian. Kanker muncul melalui perubahan genetik rangkap/ganda dalam sel induk dari organ tubuh. Sebagian perubahan yang tidak dapat dihapuskan akan terus menumpuk bersamaan dengan bertambahnya umur dan tidak dapat dihindari, akan tetapi predisposisi genetik, faktor lingkungan dan yang paling banyak yakni gaya hidup adalah factor-faktor yang penting.

Beberapa orang lahir dengan mutasi tertentu dalam DNA-nya yang dapat mengarah ke kanker. Sebagai contoh, seorang wanita lahir dengan mutasi pada gen yang disebut BRCA1 akan membentuk kanker payudara atau rahim jauh lebih banyak daripada wanita yang tidak mempunyai mutasi demikian.

Karsinogen eksogen (dari luar) dan proses biologik endogen dapat menyebabkan mutasi delesi, insersi atau substitusi basa baik transisi maupun transversi. Mekanisme endogen kerusakan DNA yang telah diketahui dengan baik adalah fenomena deaminasi 5-metilsitosin.

Metilasi DNA adalah merupakan mekanisme epigenetik yang melibatkan pengaturan ekspresi suatu gen. Residu sitosin dan 5-metilsitosin masing-masing dapat secara spontan dideaminasi menjadi urasil dan timin yang jika tidak diperbaiki akan menyebabkan mutasi transisi G:C→A:T. Mutasi ini paling banyak terjadi pada dinukleotida CpG (sitosin diikuti oleh guanin) yang seringkali mengalami metilasi. Studi spektrum mutasi menyatakan adanya corak khas perubahan DNA yang diinduksi oleh mutagen endogen dan eksogen tertentu dalam gen yang berhubungan dengan kanker.

2. Sindrom Turner (ditemukan oleh H.H. Turner tahun 1938)
       Ciri-ciri :
      a.    Kariotipe : 45 X 0 (44 autusom + satu kromosom X) diderita oleh wanita
      b.    Tinggi badan cenderung pendek
      c.    Alat kelamin terlambat perkembangannya   
      d.    Sisi leher tumbuh tambahan daging  
      e.    Bentuk kaki X 
      f.     Kedua putting susu berjarak melebar
      g.    Keterbelakangan mental

      
       3.    Sindrom Klinefelter, ditemukan oleh Klinefelter tahun 1942
 Ciri-ciri :
       a.    Kariotipe : 47. XXY (kelebihan kromosom seks X) diderita oleh pria
       b.    Bulu badan tidak tumbuh
       c.    Testis mengecil, mandul (steril)
       d.    Buah dada membesar
       e.    Tinggi badan berlebih
f.           Jika jumlah kromosom X lebih dari dua mengalami keterbelakangan mental
       
       4.    Sindrom Jacob, ditemukan oleh P.A. Jacobs tahun 1965
  Ciri-ciri:
        a.    Kariotipe 47.XYY (kelebihan sebuah kromosom seks Y) diderita oleh pria
        b.    Berperawakan tinggi
        c.    Bersifat antisocial, agresif
       
       5.    Sindrom Down, ditemukan oleh Longdon Down tahun 1866
       Ciri-ciri :
         a.    Kariotipe 47,XX atau 47, XY
         b.    Mongolism, telapak tebal seperti telapak kera
         c.    Mata sipit miring ke samping
         d.    Bibir tebal, lidah menjulur, liur selalu menetes
         e.    Gigi kecil-kecil dan jarang
         f.     IQ rendah (±)

        DAFTAR PUSTAKA
          1.      Aryulina, D. (2004). Biologi SMA dan MA untuk kelas XII. Jakarta: Esis
       
         2.      http://biologi-hayati.blogspot.co.id/2017/01/pengertian-jenis-jenis-dan-contoh.html (diakses                pada tanggal 28 April 2018, pukul 19.22)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar